Polisi masih mendalami kasus penemuan 30 kilogram ganja. Barang bukti diamankan dari dua orang pelaku atas nama R dan AF. Mereka diamankan di pinggir jalan wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara pada Rabu, 17 Juli 2024 pukul 17.30 WIB
Kami amankan dua orang. Perannya bandar dan kurir, kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2024). Kepada polisi, kedua pelaku mengaku barang bukti ganja sebanyak 30 kilogram berasal dari tempat Medan. Mereka hendak mengedarkan ke wilayah Jakarta.
Hal ini masih didalami oleh petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, ucap ia.
Sebelumnya, Donald menerangkan, kasus ini terungkap setelah menindaklanjuti isu dari masyarakat berkaitan adanya transaksi narkoba di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam kasus ini, ada dua orang diamankan.
Benar pada hari Rabu, tanggal 17 Juli 2024, pukul 17.30 WIB, sudah diamankan 2 orang laki-laki inisial R dan AF, kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kata Donald dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2024).
Donald menyebut, pihaknya menggeledah bungkus plastik berwarna cokelat yang diduga, berisi narkoba variasi ganja. Tak demo slot nolimit city rupiah tanggung-tanggung jumlahnya menempuh 30 kilogram. Sekarang sudah disita sebagai barang bukti.
Dari dua orang laki-laki yang diamankan hal yang demikian, ditemukan dan didapati mempunyai diduga narkotika variasi ganja sebanyak 30 kilogram (yang tersimpan dalam bungkusan plastik berwarna cokelat), ucap ia.
Donald mengatakan, pengungkapan narkoba variasi ganja ini masih dalam rangka kegiatan Ops Nila Jaya 2024 dengan sasaran tindak pidana narkotika, tujuannya untuk memberantas peredaran narkoba denhan gencar dan serius sesuai dengan kebijakan dan arahan dari Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
Sehingga kita pastikan akan mengembangkan untuk pemberantasan narkoba di wilayah undang-undang Polda Metro Jaya dengan tegas dan terukur, kita tidak akan memberikan ruang sekecil apa saja terhadap pelaku-pelaku pengedar narkoba, tandas ia.
Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Narkoba
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta pada Rabu 19 Juli 2024.
Dalam operasi itu, polisi juga mengerjakan tes air kencing terhadap 46 orang yang diamankan. Akhirnya, sebanyak 42 orang ternyata positif mengonsumsi narkoba variasi sabu.
Diamankan kurang lebih 46 orang yang ada di depan kita terdiri dari 44 laki-laki dan dua orang perempuan, kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M Syahduddi dalam jumpa pers di lokasi penggerebekan diinformasikan dari Antara, Kamis (18/7/2024).
Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa lima buah paket kecil narkotika variasi sabu, satu buah korek api berbentuk senjata api, dua buah senjata tajam serta 10 pipet bekas pakai.
Kemudian tiga buah timbangan komputerisasi, 30 korek api, sejumlah uang pecahan Rp5.000, kemudian beberapa klip plastik dan beberapa sedotan bekas pakai, kata Syahduddi.
Adapun 42 orang positif narkoba hal yang demikian akan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik Polres Metro Jakarta Barat.
42 orang yang diungkapkan positif, akan kami bawa ke kantor Polres Metro Jakarta Barat untuk dilaksanakan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, ucap Syahduddi.
Penggerebekan Kampung Boncos berawal dari penangkapan dua tersangka berinisial IS dan HS di salah satu parkiran hotel di Palmerah, Jakarta Barat. Dari tangan kedua tersangka, polisi mendapati 10 paket sabu.
Dari IIS dan HS, diamankan 10 paket narkotika variasi sabu seberat 10.000 gram atau 10 kilogram, kata Syahduddi.
Berdasarkan pengakuan tersangka, paket sabu hal yang demikian akan diedarkan ke Kampung Boncos, walaupun sisanya akan disimpan dan diedarkan pada bulan berikutnya.
Atas isu hal yang demikian kemudian jajaran Polres Metro Jakarta Barat dari Satresnarkoba, Polsek Palmerah serta beberapa personel Polres Metro Jakarta Barat mengerjakan serangkaian kegiatan penindakan dan penertiban terhadap peredaran narkotika di wilayah Kampung Boncos.
Bawa Sabu Senilai Rp 30 M, Dua Kurir Asal Sumatera Ditangkap di Pelabuhan Merak
Sabu asal Sumatera digagalkan pengirimannya oleh Polres Cilegon. Total, ada 30 bungkus yang disita polisi, pada Jumat, 12 Juli 2024, sekitar pukul 13.00 WIB. Narkoba itu dikirim melalui Pelabuhan Bakauheni dan pelakunya dicokok di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.
Berawal dari isu Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan bahwa adanya mobil yang menuju arah Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Bakauheni memuat narkotika variasi sabu, berikutnya menghubungi Kasat Segera Polres Cilegon untuk seketika diamankan, kata Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indera Natanagara, Selasa, (16/7/2024).
Personel polisi yang berjaga di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak curiga dengan sebuah Kijang Innova berwarna hitam sebab mengaplikasikan pelat nomor tidak mesti. Dikala dilaksanakan pemeriksaan, ditemukan sabu yang disimpan di pintu mobil hal yang demikian.
Dua orang kurir, HR (21) dan TR (32) beserta batang nyatanya, dibawa ke Polres Cilegon untuk dilaksanakan pemeriksaan. Pengakuan keduanya, sabu itu berasal dari Riau, milik R yang masih menjadi buronan ketika ini. Pelaku HR (21) ialah warga Mata , Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat. Kemudian tersangka TR (32), berawal dari Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Bengkok, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Didapati 30 bungkus plastik warna silver bergambar ikan arwana bertuliskan ZMY yang didalamnya berisi diduga narkotika variasi sabu-sabu, terangnya.